Oleh : Wahyudi Asri.S.Pd
Tanah Datar: Potensi nagari adalah sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi yang terdapat di nagari, dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari, Dalam konteks ekonomi nagari, mengaktifkan potensi nagari memerlukan pemahaman utuh mengenai besarnya potensi yang dimiliki serta karakteristik yang melekat pada potensi tersebut. Pemahaman tersebut diperlukan untuk dapat memanfaatkan potensi nagari secara optimal sesuai dengan karakteristik spesifiknya. Pemahaman akan potensi nagari akan membentuk kompetensi nagari.
Nagari Labuh karakteristik dasarnya adalah komoditas pertanian. Maka usaha-usaha yang dilakukan dalam pembangunan nagari mestinya berorientasi juga pada sektor pertanian tersebut. Tentu saja program awal adalah melengkapi sarana dan prasaran pertanian seperti irigasi yang memadai, pupuk yang tercukupi dan pengendalian hama dan penyakit tanaman. Sehingga mampu meningkatkan produksi pertanian.
Sebagai contoh produk pertanian berupa komoditas sayur. Pemahaman akan potensi nagari seharusnya mampu mentrasnformasikan kemampuan produksi “sayur” mereka menjadi kompetensi “persayuran”. Mencapai tingkatan kompetensi persayuran ini memaksa pemerintahan nagari dan masyarakatnya untuk berpikir tidak hanya berkaitan tentang memproduksi sayur, namun meningkat menjadi berpikir tentang sayur dan produk-produk turunan serta pendukungnya yang dapat memberikan nilai tambah pada komoditas sayur. Capaian kompetensi ini juga akan mendorong nagari untuk meningkatkan kapasitasnya dalam sinergi dengan pihak eksternal. Sehingga mampu membuat market sendiri sehingga terjamin stabilitas harga bagi petani.
Maka tentu perlu sebuah solusi yang hebat dan out of the box sebagai exit strategy untuk membangun perekonomian nagari, diantaranya adalah mengelola BUMNAG { Badan Usaha Milik Nagari) untuk mampu mencari peluang pasar bagi petani.
Tentu saja untuk merealisasikan ini semua tahap awal adalah dengan membangun SDM nagari, akan menghasilkan kompetensi nagari dalam membangun wilayahnya. Kompetensi menjadi kunci dari keberhasilan semua kegiatan pembangunan yang diimplementasikan pada wilayah nagari, Pada saat kompetensi SDM nagari ini telah terbentuk, maka “dana nagari” untuk belanja pembangunan nagari serta bantuan pembangunan infrastruktur nagari hanya akan berfungsi sebagai jenis program stimulasi saja bagi nagari, Sebab SDM nagari yang memiliki kompetensi ini akan mampu mendayagunakan potensi nagari serta mengelolanya sebagai komponen pendukung untuk mencapai kesejahteraan masyarakat nagari. semoga.