1 Nagari 1 Event Kebangkitan Nagari Menggali Potensi

admin

By : Mang Kacak Koto

Aspek tourisme menjadi salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Karena merupakan sebuah konsensus internasional, maka perlu pemahaman yang benar dalam implementasinya.

Kenapa Sustainable? Kenapa tidak Millenium?. Karena Milenium tourism goals termasuk gagal. Aktifitas perjalanan wisata yang hampa.

Tanah Datar memiliki salah satu program unggulan yang dinamakan 1 Nagari 1 Event. kegiatan ini merupakan salah satu momentum untuk menggali kultur budaya dari satu nagari dari berbagai sisi, yang apabila digali dan dianalisa secara mendalam akan menghasilkan aspek positif bagi nagari kedepan.
Beberapa Aspek yang dihasilkan dari 1 nagari 1 event ini diantaranya adalah :

1. Menemukan kembali identitas nagari sebagai nagari yang berbudaya.
2. Membangun semangat persatuan dan kesatuan semua komponen untuk memajukan nagari, karena disadari bahwa, nagari bukanlah sekedar ikatan dalam administrasi pemerintahan, tapi ikatan emosional dan nilai sakral yang ada sejak dulu kala.
3. Menggali potensi nagari sebagai modal dasar untuk pengembangan, pembangunan dan kemajuan nagari dan membangun kesadaran baru bagi semua akan pentingnya menjadi nagari maju.
4. Sebagai sebuah alternatif dan langkah maju untuk kemajuan ekonomi masyarakat nagari dari berbagai hal.
5. Menjadi ajang promosi untuk menjadi nagari wisata yang dikerjasamakan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ini hanya sebagian kecil dari manfaat yang didapatkan oleh nagari dari kegiatan 1 Nagari 1 Event ini. Banyak nilai tambah dari aktifitas turunan wisata, tapi nilai tambah kotor “gross value added” masih perlu dikurangi dengan dampak negative akibat turis. Karena banyak aktifitas turisme berkaitan dengan sejarah, budaya, lingkungan, olah raga, agama dan sejenisnya maka yang tidak kalah penting adalah memberikan concern pada aspek “green”.

Karena di dalamnya konsepsi “green” justru menjadikan “local genuine” mesti dirasakan, pengalaman dan pembelajaran oleh turis. Kemudian mereka memberikan “net gain” dari aktifitas bagi seluruh pelaku yang terlibat di dalamnya.

Nagari Labuh mungkin bagi banyak orang hanyalah nagari biasa biasa saja yang sama dengan nagari nagari lainnya. Penilaian ini lumrah karena mereka belum menggali secara mendalam apa yang menjadi sisi perbedaan dan keunikan dan kelebihan nagari Labuh dari nagari lainnya. Tugas generasilah untuk menggali dan kembali menggaungkan keunikan dan kelebihan nagarinya agar bergaung seantero jagad ini, agar orang tau bahwa nagari Labuh bukanlah nagari yang mereka anggap biasa biasa saja. Momentum 1 nagari 1 event ini merupakan salah satu sarana untuk untuk memukul gendang dan talempong agar membahana memukau semua orang bahwa Labuh tidak seperti yang mereka duga selama ini.

Kesan inilah yang jauh lebih utama melekat dalam desain 1 Nagari 1 Event sehingga menjadi nagari wisata.

Turisnya merasa larut dengan aktifitas bepergian, dan merasakan “get feeling” selama proses learning di objek objek wisata, termasuk budaya yang genuine maupun kuliner. Kata yang jauh lebih penting adalah menjaga lingkungan, agar tetap asri, tidak terganggu, dan bahkan selama bepergian di objek objek wisata ada upaya untuk mengembalikan ekosistem daerah tujuan kembali ke keadaan semula yang asri, bersih, alami dan sejenisnya.

Para turis apalagi dari negara maju mereka ingin menemukan sesuatu yang melekat dan bermakna. Kita banyak saksikan saking bermaknanya, bahkan ada turis yang jatuh hati dengan lingkungan dan budaya setempat.

Oleh karenanya arsitek turist destination, kemasan dan proses mesti sedemikian rupa sehingga mereka terkesan. Kemudian itulah yang menyebabkan aktifitas ini bisa berlanjut dan semakin banyak.

Sebagai contoh di negara maju mereka ingin menemukan pembelajaran tentang budaya silat dan randai. Maka dalam konsep green torism peserta akan mendaftar, bukan sebagai peserta untuk menonton randai. Mereka bisa diperkenalkan ikut sebagai proses belajar randai sesuai dengan tahapannya. Sehingga randai adalah salah satu turis institute jadinya. Untuk membuat paket ini nagari Labuh sudah punya ” Sanggar Rang Mudo” yang bisa di sulap menjadi *” Rang Mudo Institut “*

Mengingat daerah tujuan wisata banyak sekali, maka konsepsi institut taourism dan green tourism mesti menjadi roh suatu pengembangan wisata ke depan.
Nagari cukup memulainya dengan satu yang unik, tetapi menggelegar ke penjuru dunia. Sambil memastikan platformnya IT bisa dikembangkan bersama.

Labuh, 25 Februari 2023
Pukul : subuh menjelang pagi

Kritik menghasilkan ide dan solusi, bukanlah menjatuhkan.

Tinggalkan komentar