Pemerintah Nagari Labuh Gelar Musjor Penggalian Gagasan Penyusunan RPJMNagari Labuh 2024-2030

admin

Tanah Datar,Bamekpres.com. Pemerintah Nagari Labuh Kec Lima Kaum melalui tim penyusun RPJMNag menggelar Musyawarah jorong (Musjor) Penggalian Gagasan Masyarakat dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari (RPJMNag) Tahun 2024 – 2030, Sabtu (7/01/2024) di Surau Hidayatul Qur’an jorong Mandaliko yang pada malam sebelumnya telah dilaksanakan di Surau Kulliyatul Qur’an Jorong Rumah XX dan Madjid Al Huda Jorong Ampalu Ketek Nagari Labuh Kecamatan Lima Kaum.

Musjor penggalian gagasan penyusunan RPJM Nag merupakan salah satu kegiatan yang berlangsung setiap pergantian masa jabatan Wali Nagari.Hal itu dilakukan untuk melakukan penyesuaian RPJMNag dengan visi misi Wali Nagari yang baru sehingga dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Wali Nagari Labuh,Wahyudi Asri menjelaskan bahwa Musjor yang digelar merupakan bagian dari upaya pemerintah nagari untuk menyerap usulan masyarakat dalam pembangunan di nagari Labuh selama enam tahun ke depan.

Wahyudi Asri berharap setiap usulan yang disampaikan oleh masyarakat dapat terealisasi di dalam APBNag. Sehingga pembangunan di Nagari Labuh berjalan dengan lancar dan selaras dengan visi misi Wali Nagari yang baru.

Musjor yang telah berjalan 3 kali ini berjalan dengan baik sehingga masyarakat telah menyampaikan usulan-usulan untuk membangun nagari Labuh khususnya untuk tahun 2024-2030 atau selama 6 tahun, mudah-mudahan gagasan masyarakat dapat mencapai visi misi wali nagari Labuh untuk 6 tahun ke depan,” ungkap Wahyudi Asri.

Syariful Ishlah salah seorang panitia Penyusun RPJMNag dalam Musjor tersebut menjelaskan, tidak ada penekanan maupun syarat tertentu dalam penyusunan RPJMNag. Sehingga semua usulan dapat diterima dan akan diverifikasi kembali untuk menentukan usulan yang berpengaruh pada kemajuan Nagari Labuh. Hanya terdapat usulan dominan pada sektor pertanian dan lingkungan diantaranya rehabilitasi dan pembangunan jalan usaha tani, saluran irigasi dan drainase, juga terdapat gagasan one village one product, ujarnya.

“Kami selaku tim penyusun RPJM Nagari Labuh tidak melakukan penekanan pada masyarakat untuk menggali gagasan apakah itu pembangunan yang sudah ada ataupun yang belum ada,” jelasnya.

“Namun kami berharap usulkan sebanyak mungkin tentunya nanti akan diverifikasi dan divalidasi tim RPJMNag kalau usulan banyak dan mana yang jadi prioritas untuk kemajuan Nagari Labuh, saya kira tidak ada persyaratan khusus, namun tergantung pada masalah anggaran nagari,” tambah Syariful Ishlah. (Ali)

Tinggalkan komentar