MEMBANGUN DAYA SAING UMKM DI NAGARI

admin

Oleh : Mang Kacak Koto

Nagari Labuh sejak dulu menyimpan potensi yang luar biasa, baik sumber daya pertanian maupun sumber daya manusia yang mempunyai berbagai kreatifitas dan inovasi dalam bidang kuliner. Kita ingat beberapa produksi kuliner yang merupakan ciri khas nagari Labuh yang mempunyai cita rasa yang tak ada duanya.

Pisang sale, Rakik maco, kripik kaladi (talas), ampiang pulut, kipang kacang dan kipang beras, rendang daging dan rendang belut, dan kuliner lainnya yang tak kalah dibandingkan kuliner dari daerah lain. Namun usaha rumahan ini atau sekarang dikenal dengan UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah) tak seberapa yang mampu berkembang apalagi maju, banyak yang mati sebelum berkembang.

Padahal sebagai sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, UMKM seharusnya dapat meningkatkan perannya dalam pembangunan ekonomi terutama dalam peningkatan pendapatan masyarakat nagari. Akan tetapi kenyataan yang diperoleh bahwa UMKM saat ini kemudian bagaikan mati suri dan tidak mampu menghadapi persaingan yang kian keras.

Di berbagai distribution channel baik moderen channel (hypermarket, supermarket dan minimarket) maupun tradisional channel (toko, warung dan kios) produk-produk UMKM tidak terlalu mendapatkan tempat dan gagal menghasilkan penjualan yang signifikan, sedemikian rupa sehingga hampir diseluruh moderen channel produk UMKM tersingkir dan disingkirkan karena gagal memberikan kemampulabaan bagi penjual.

Hal ini mengindikasikan ketidaksiapan UMKM memasuki pasar dan kegagalan UMKM untuk shift dari product oriented ke market oriented, dan kegagalan UMKM mengadopsi teknologi dalam pengembangan produk dan pasar, disamping kegagalan UMKM membangun nilai tambah yang mampu meningkatkan nilai keekonomian berbasis espektasi pasar dan pelanggan.

Untuk mampu bertahan dan berkembang dalam dunia bisnis di era industri 4.0 UMKM sudah mulai membangun kompetensi dengan meningkatkan keterampilan, profesionalitas dan melakukan inovasi-inovasi bisnis yang efektif, sehingga dapat membangun pasar secara efektif, merencanakan laba dan masa depan usaha yang berkelanjutan.

Maka untuk bisa menuju keberlanjutan dan masuk dalam persaingan, minimal ada lima hal yang harus dilakukan oleh UMKM untuk meningkatkan daya saingnya, antara lain :

  1. Melakukan Inovasi dengan menghasilkan produk-produk yang memiliki keunikan baik dari sisi kemasan maupun rasa, disamping melengkapi atribut produk agar memenuhi espektasi pasar seperti Halal, komposisi, SNI, MD dan bahkan barcode pada produk, sehingga produk UMKM siap memasuki pasar lokal, nasional maupun glonal.
  2. Membangun merek dan image produk, sehingga menjadi penghubung produk dengan pelanggan. Merek menjadi penting dan perlu diuji dengan cara melakukan riset yang melibatkan pelanggan, sedemikian rupa sehingga produk yang dihasilkan telah memenuhi espektasi pelanggan.
  3. Melibatkan penggunaan teknologi terutama dalam pengemasan, sehingga kualitas produk dalam kemasan tetap terjaga baik warna, rasa dan dilengkapi dengan keterangan expire date konsumsi produk.
  4. Mengimplementasikan marketing mix secara efektif, dengan menghasilkan produk yang sesuai standar dan selera pasar, menetapkan strategi harga yang bersaing untuk turn over penjualan sesuai target, penempatan produk di seluruh distribution channel dengan melakukan negosiasi, dan melakukan promosi-promosi efektif dengan biaya rendah.
  5. Melakukan kaji ulang produksi, distribusi dan penjualan, dengan membangun value di sepanjang rantai distribusi, sehingga tidak menimbulkan biaya tinggi, dengan demikian harga produk akan mampu bersaing.
  6. Memperbaiki manajemen pengelolaan dengan mulai melibatkan penggunaan teknologi untuk menghitung secara tepat dan efektif seluruh proses produksi, sehingga perencanaan laba dapat dilakukan dengan melakukan efisiensi secara menyeluruh, dan menerapkan kebijakan central order, central payment dan integrated system.

Ide ini lahir dari kondisi di kampung halaman yang mungkin dibutuhkan pembinaan untuk pengembangan UMKM kedepan, hal ini mengingatkan sebuah kata bijak dari seorang guru besar, yang selalu ada dalam ingatan, Prof Dr Andi Hakim Nasoetion. “ Jika masing-masing orang memiliki masing-masing satu apel dan dipertukarkan, maka masing-masing orang hanya akan tetap mendapatkan satu apel. Namun jika masing-masing orang memilki masing-masing satu ide dan dipertukarkan, maka akan menghasilkan sesuatu yang sungguh besar dan luar biasa”

Tinggalkan komentar