Maju Pilwanag Bermodalkan Pengalaman Organisasi

admin

Tanah Datar: (24/8) Tidak lama lagi masyarakat Kabupaten Tanah Datar akan merayakan pesta demokrasi yaitu pilwanag atau pemilihan wali nagari serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 September mendatang.

Pilwanag serentak kali ini khususnya di Kabupaten Tanah Datar menjadi panggung baru untuk kaum milenial, karena begitu banyaknya kaum milenieal yang maju menjadi calon wali nagari.

Tak terkecuali di Lima Kaum tepatnya di Nagari Labuh. Masyarakat di nagari ini terbilang sangat antusias menyambut datangnya pilwanag serentak.

Tercatat ada 5 calon wali nagari yang mendaftarkan dirinya untuk merebut kursi wali nagari. Salah satu di antaranya merupakan mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Wahyudi Asri, S.Pd

Wahyudi Asri.S.Pd merupakan calon Wali Nagari Labuah termuda diantara ke 5 peserta, Di usianya yang baru akan memasuki umur 25 tahun tidak membuatnya canggung untuk ikut bertarung dalam pilwanag tahun ini.

Meskipun baru di dunia pemerintahan, beliau sudah ada pengalaman dalam memimpin berbagai organisasi. Diantaranya adalah Ketua Umum Dewan Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Ketua Umum English Students Association, Koordinator SOSMA IMAKIPSI wilayah SUMBAGUT.

Anak muda milenilal ini juga mendapatkan berbagai penghargaan seperti Uda wakil 1 Uda Uni Tanah Datar tahun 2017, Juara 1 Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara Asean tahun 2017, Juara 1 Debat Bahasa inggris di IAIN Batusangkar tahun 2017. Dan berbagai prestasi lainnya, serta menjadi pemateri baik dikampus maupun diluar kampus, dan saat ini menjadi salah seorang tenaga pengajar di Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Harau Kab Lima Puluh Kota.

Saya kenal baik Wahyudi Asri, Dia orangnya visioner dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, meskipun kali ini dunianya berbeda. Tapi saya yakin beliau punya visi misi yang baik untuk nagarinya ke depan,” ucap Asri Ade Putra tokoh pemuda nagari Labuah.

Usia bukanlah tolak ukur untuk menjadi wali nagari. Yang terpenting adalah nawaitunya dan apa gagasan yang akan diwujudkan untuk masyarakat nagari.

Tinggalkan komentar